Budaya

Artisnews, Jakarta. Pulau Flores tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya sebagai destinasi wisata alam dan wisata budaya, wisata religi yang terdapat di pulau ini sangat terasa sayang untuk dilewatkan. Adalah Semana Santa, tradisi keagamaan yang sudah diwariskan sejak 500 tahun silam masih berlangsung sampai saat ini. Setiap tahun, satu minggu menjelang perayaan Paskah, umat Katolik di Larantuka melaksanakan tradisi ini. Tidak jarang pula para peziarah dari berbagai kota di Indonesia bahkan hingga mancanegara untuk datang menyaksikan sekaligus mengikuti prosesi ini. Prosesi Semana Santa manjadi magnet wisatawan mancanegara dari Eropa, Australia, dan Asia. Penyelenggaraan tradisi ini menjadi ikon wisata religi Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.(4/5/19)

Artisnews, Jakarta. Rumah Adat Todo adalah rumah adat berbentuk bundar beratap jerami yang merupakan Istana Raja Todo tempo dulu. Rumah adat ini adalah pusat peradaban dan menjadi rumah adat tertua di Manggarai. Rumah Todo ini hampir sama seperti rumah adat Manggarai pada umumnya, beratapkan ijuk, berbentuk kerucut dengan rangka kayu dan bambu yang disebut Niang Todo. Jika kerucut dibuka maka kerangkanya akan menggambarkan sebuah jaring laba-laba. Mirip seperti Sawah Jaring Laba-laba atau Spider Rice Field yang terdapat di Desa Cancar, Kecamatan Ruteng, Manggarai.(3/5/19)

Artisnews, Jakarta. Kampung adat di Indonesia jumlahnya sangat banyak. Dengan berbagai keunikannya, suatu kampung adat kerap menjelma menjadi salah satu daya tarik wisata tersendiri. Salah satunya adalah Kampung Adat Ruteng Pu’u yang berada di Nusa Tenggara Timur. Kampung yang berada di Kecamatan Golo Dukal, Manggarai, Flores ini memiliki rumah adat khas suku Manggarai yang berbentuk kerucut yang dikenal luas dengan sebutan Tambor dan Gendang. Konon, zaman dahulu seluruh penduduk kampung Ruteng Pu’u muat dalam dua rumah tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, kini penduduk lokal membuat rumah di sekitar rumah adat tersebut.(30/4/19)

Artisnews, Jakarta. Omed-omedan adalah upacara yang diadakan oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, Bali yang diadakan setiap tahun. Omed-omedan diadakan setelah Hari Raya Nyepi, yakni pada hari Ngembak Geni untuk menyambut Tahun Baru Saka. Omed-omedan berasal dari kata Omed yang berarti menarik. Omed-omedan dalam bahasa Bali yang artinya tarik-tarikan. Tradisi unik ini sendiri merupakan tradisi yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke 17 dan berlangsung hingga saat ini. Omed-omedan merupakan salah satu tradisi terunik di dunia berbasis budaya dan ciuman. Bagi masyarakat Denpasar, ritual ini merupakan wujud dari maksimal krama atau dharma shanti yang bisa diartikan dengan menjalin silaturahim antara warga.(26/4/19)

Artisnews, Jakarta. Event Gebyar Budaya bertajuk "Harmoni Budaya Menuju Indonesia Bahagia" diselenggarakan di Pusat Studi Batak, Komplek Gereja Katolik Inkukturatif Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Kegiatan yang berlangsung sejak 23 April hingga 26 April 2019 ini merupakan sebuah platform yang terdiri dari beberapa kegiatan, mulai dari Seminar Hasil Penelitian BPNB se-Indonesia, Pameran Tenun dan Ulos, Lomba Desain Bisana Tenun Ulos, hingga Eksibisi dan Lomba Permainan Anak Tradisional yang diikuti siswa dan siswi sekolah dasar di Kabupaten Samosir.(26/4/19)

Artisnews, Jakarta. Adu Betis atau dikenal dengan sebutan Mappalanca memang sebuah permainan rakyat yang telah menjadi tradisi turun temurun warga Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Mappalanca biasa diselenggarakan tepatnya di setiap masa panen tiba. Tradisi Adu Betis memang tradisi yang menarik untuk disaksikan. Setiap pria saling unjuk kekuatan dengan mengadu betis mereka. Baik tua maupun muda ikut berpartisipasi dalam tradisi ini. Sorak-sorai penonton semakin memeriahkan suasana kegembiraan pasca panen ini. Adu Betis dimulai secara berkelompok. Para pria membentuk sebuah lingkaran besar, sementara para penonton menyaksikan di tepi arena. Setelah aba-aba diberikan, para pria tadi saling menendangkan betis mereka sebagai bentuk adu kekuatan.(23/4/19)

Artisnews, Jakarta. Ketika mengunjungi Tana Toraja, terlihat patung manusia atau Tau Tau di pintu-pintu makam yang berjejer pada tebing batu. Pintu di sini maksudnya lubang tempat penyimpanan jenazah. Satu lubang bisa diisi beberapa jenazah dari keturunan yang sama. Makam pada tebing batu itu biasanya adalah makam para bangsawan Toraja. Tau dalam bahasa Toraja adalah orang, Tau Tau secara harfiah berarti orang-orangan. Mereka yang telah meninggal dibuatkan replika dalam wujud orang-orangan atau patung.(23/4/19)

Artisnews, Jakarta. Tradisi adat Kebo-keboan di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur digelar setiap bulan Suro penanggalan Jawa, tepatnya 10 Suro atau 10 Muharam. Ritual ini selalu dinanti masyarakat sebagai tontonan wajib masyarakat Alasmalang. Tradisi ini juga merupakan bentuk rasa bersyukur masyarakat setempat setelah melakukan panen. Selain itu, ritual ini juga merupakan doa, agar proses tanam di tahun depan dapat menghasilkan panen yang melimpah.(22/4/19)

Page 1 of 3

Subscribe

Tentang Kami

ArtisNews.Com adalah portal berita seputar Artis dan Selebritis Indonesia. Kami mengutamakan keakuratan data dan fakta berita. Kami berdedikasi memberikan yang terbaik tentang kekayaan seni dan potensi Indonesia, serta menjunjung tinggi profesionalitas.

Kontak Info

ArtisNews adalah mitra yang tepat untuk bertumbuh dan berkembang bersama. Hubungi kami untuk menjadi besar dan populer bersama www.artisnews.com

  • Address : Business Center Thamrin City Lt.7, Unit 728, Jln. Kebon Kacang Raya, KB Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

  • Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

  • Phone : +6281291111137 , +62811922368

Sosial Media