Cerita Tentang Penulis Film 'BENYAMIN BIANG KEROK'

Published: 29 November 2017
83 times
Cerita Tentang Penulis Film 'BENYAMIN BIANG KEROK' Poster film Benyamin Biang Kerok versi asli dan Syamsul Fuad © Istimewa

Pecinta film Indonesia mungkin sudah tidak sabar untuk melihat aksi Reza Rahadian yang akan segera berperan sebagai seniman legendaris Betawi, Benyamin S, dalam remake film BENYAMIN BIANG KEROK yang diproduksi oleh Falcon Pictures. Sebelum filmnya tayang, ada baiknya untuk mengenal lebih dulu dengan Syamsul Fuad, orang di balik BENYAMIN BIANG KEROK original terkenal di masanya itu.

Syamsul Fuad adalah pria yang lahir di Danau Ranau, Sumatera Selatan pada tanggal 15 November 1936. Awalnya beliau adalah seorang reporter di usia 20 tahun yang kemudian menjadi reporter mingguan di harian Pemuda pada tahun 1958. Syamsul melanjutkan karirnya di dunia jurnalis ke harian Warta Berita sebelum ditumbangkan oleh PKI pada 1964.



Bersama dengan Harmoko (mantan Menteri Penerangan di era Orde Baru), Syamsul masuk ke Majalah Merdeka setelah PKI tumbang tahun 1965. Setahun kemudian beliau bergabung dengan Persatuan Pers Film Indonesia (PERPEFI) yang dipegang oleh Harim YP. Sejak saat itulah seorang Syamsul Fuad tertarik di bidang film dengan menjadi figuran.

Syamsul kemudian bermain di film MENJUSURI DJEDJAK BERDARAH karya almarhum Misbach Yura Biran yang membuatnya mendapat penghargaan Pendatang Baru Terbaik mendampingi Rahmat Kartolo, Soekarno M Noer, dan Nani Wijaya. Syamsul pun akhrinya bergelut di bidang film dan pers.

Syamsul kemudian ditawari menjadi asisten sutradara terkenal masa itu, Usmar Ismail, untuk film ANANDA yang merupakan film pertama aktris senior, Leni Marlina. Sayangnya ketika film ANANDA belum usai, Usmar meninggal pada tahun 1972. Tapi Syamsul tetap melanjutkan karirnya sebagai asisten sutradara. Beliau menjadi asisten dari Nawi Ismail untuk film BANTENG BETAWI dan KUTUKAN DEWATA.

Saat menjadi asisten Nawi Ismail, Syamsul diminta membuat naskah film tapi menolak. Namun akhirnya, beliau membuat naskah BIANG KEROK pada tahun 1972 dan langsung membayangkan sosok Benyamin S sebagai pemeran utama film yang ditulisnya itu. Saat Nawi Ismail baru pulang dari Jepang, Syamsul mengajukan naskah BIANG KEROK yang ditulisnya dan membuat sang sutradara begitu antusias. Nawi langsung menyuruh Syamsul untuk menghubungi Benyamin.

Benyamin yang saat itu lebih dikenal sebagai pemeran pembantu di film-film ternyata sempat menolak tawaran bermain di BIANG KEROK. Syamsul pun bilang, "Elo kapan lagi, Ben, menjadi pemeran utama? Dan ini kesempatan elo, gue yakin dah."

Keyakinan Syamsul itupun ternyata menjadi nyata. BENYAMIN BIANG KEROK meledak di masanya dan bersanding dngan film KABUT SUTRA UNGU yang merupakan karya Sjuman Djaya. Film BENYAMIN BIANG KEROK mendapat sambutan positif dan ditonton banuak orang. Nawi Ismail pun kembali meminta Syamsul untuk membuat lanjutannya yang kemudian diberinya judul BIANG KEROK BERUNTUNG. Syamsul pun mendapat hadiah mendampingi Nawi ke Tokyo serta menggelar konferensi pers untuk film BIANG KEROK BERUNTUNG di ibukota Jepang itu.



"Film BENYAMIN BIANG KEROK ini dibuat untuk orientasinya menghibur masyarakat, full komedi, tidak ada menyindir unsur sosial politik, murni menghibur masyarakat," kata Syamsul yang merasa film dengan unsur Betawi perlu ditingkatkan, terutama dari unsur SDM-nya.

Menanggapi soal remake film BENYAMIN BIANG KEROK, Syamsul ternyata sudah dihubungi oleh pihak Falcon. Syamsul adalah pengagum almarhum Benyamin yang menurutnya adalah sosok seniman sejati. Lalu bagaimana menurutnya jika sosok Benyamin diperankan oleh Reza Rahadian?

"Saya masih belum lihat hasilnya, tapi melihat pengalaman Reza saya menaruh harapan kepada Reza sebagai seorang pemain watak untuk bisa menyamai karakter Benyamin di film ini. Itu menjadi pertanyaan besar. Kita masih perlu lihat, menunggu dan saya belum berani berpendapat," ujar Syamsul.



Sementara itu soal pembicaraan hak cipta, Syamsul bahkan sudah bertemu dengan dua kali dengan Ody Mulya (perwakilan Maxima Pictures). Syamsul punya dua permintaan untuk remake BENYAMIN BIANG KEROK dan sayangnya salah satunya belum menemukan titik temu.

"Pertama saya sebagai pencipta meminta nama saya dicantumkan di credit title. Menurut Ody, dia berjanji untuk mencantumkan nama saya sebagai pemilik ide cerita. Kedua, masalah hak saya sebagai penulis. Komersilnya lah. Ini yang belum sepaham dan menurut beliau, Pak Ody, hak cipta ini, tulisan ini, ada masa tenggang, masa waktu. Menurut hemat saya untuk masalah hak cipta ini tidak ada itu batas waktu. Untuk membicarakan masalah ini, mereka meminta saya untuk bertemu keluarga almarhum Benyamin dan menurut saya tidak ada relevansinya. Itu urusan pihak kalian dan almarhum," pendapat Syamsul.

"Masalah pada saya hanya hak cipta. Walaupun film itu dibuat kembali dengan cerita yang berbeda, sebab ide cerita, ide judul itu karangan saya, tetap ada pada saya sebagai penulis awal aslinya BENYAMIN BIANG KEROK. Dan saya pikir betapa berkelitnya mereka akan membuat naskah BIANG KEROK ini tidak akan lepas dari nafas judul cerita yakni biang kerok, trouble maker. Apapun versinya dibuat, tidak akan lari dari basic judul 'BIANG KEROK'. Basic ya saya tekankan kembali. Selama masih namanya 'BIANG KEROK', ya biang kerok tidak akan lari dari situ. Misalkan jadi dibuat dan tidak ada penyelesaian, maka saya tetap akan menuntut selama masih memakai judul 'BIANG KEROK'. Kalo mau jangan pakai 'BIANG KEROK'. Benyamin apa kek, asal jangan 'BIANG KEROK'," lanjut beliau sambil gemetar mengeluarkan perasaan terpendam.

KapanLagi.Com

Hobby

 

Gallery Foto

Aktor tampan Andrew Andika memang sudah menjalani kehidupan rumah tangga dengan istrinya Tengku Dewi Putri selama satu tahun lebih. Keduanya pun hingga kini tetap sering pamerkan kemesraan di akun ...

Hobby

Maulana Indraguna Sutowo, suami Dian Sastrowardoyo tengah menjadi topik hangat di masyarakat Indonesia lantaran ia diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan pengadaan pesawat ...